Pengalaman SE-1

Cerita berikut adalah cerita nyata yang aku alami sewaktu mengikuti SE (Studi Ekskursi) tapi juga telah aku tambah sedikit bumbu agar lebih menarik. Dan nama yang ada dalam cerita hanyalah nama fiktif (Bukan nama sebenarnya). Aku mohon maaf terlebih dahulu jika kata-kata yang ada terlalu vulgar tetapi itu semua aku tulis apa adanya Dan aku minta maaf kalau bahasanya agak sedikit kacau karena aku nggak biasa bercerita melalui tulisan.
Selamat membaca.

************************************************** ***********************************
Namaku Michael. Aku adalah mahasiswa tingkat akhir di suatu Universitas Swasta di Surabaya dan aku mengambil jurusan Teknik Sipil. Aku adalah orang yang suka bergaul dengan berbagai macam orang. Aku memiliki wajah yang nggak jelek tapi juga nggak terlalu tampan. Dengan tinggi 185 cm dan berat 76 Kg membuatku lebih terlihat seperti raksasa. Renang dan basket adalah olahraga rutinku sehingga membuat bentuk tubuhku jadi atletis. Cerita ini terjadi ketika aku mengikuti SE (Studi Ekskursi) sebagai salah satu syarat untuk Tugas Akhir.

************************************************** ***********************************

18 April 2010

Aku melihat jam tanganku telah menunjukan pukul 02.30 WITA. Aku melangkahkan kakiku di Pulau Dewata Bali. Ini adalah kunjungan pertamaku seumur hidup ke pulau dewata ini. Mungkin kalian mengira aku ketinggalan jaman karena belum sekalipun ke Bali. Tapi itulah aku, seumur hidup aku sangat ingin ke Bali. Dulu ketika acara perpisahan SMA mau ke Bali batal karena dana yang tersedia tidak ada. Dan sekarang impianku telah terpenuhi.

Kami kemudian kembali naik ke dalam bus yang kami tumpangi untuk malju kearah daerah Sanur. Aku yang awalnya berharap setelah sampai sanur dapat tidur dengan nyenyak, akhirnya jadi kecewa juga. Menurut panitia yang bertugas, kita baru cek in jam 5 sore. Akhirnya kami para peserta Study wisata hanya bisa istirahat di daerah wisata “Gazebo suko Indah”.
Tetapi ketika pagi menjelang kekecewaanku berubah menjadi ketakjuban yang dikarenakan di depanku terhampar pantai yang begitu indah dengan ombak yang menggulung Saling berkejaran. Suatu pemandangan yang sangat jarang aku temukan di Surabaya.
Aku menghampiri pantai tersebut dengan tatapan kagum akan keindahan ciptaan Tuhan ini, sampai aku mendengar teriakan beberapa temanku. “Tolooong….. Tolooong….. Wulan kebawa arus. Tolooongin dong”
Mungkin terdorong oleh sifat gentlemenku, aku tidak menghiraukan lagi arus yang begitu dahsyat aku langsung menerjang ombak menyelamatkan temanku tersebut.
Akhirnya aku dapat menolong temanku yang terbawa arus tersebut ke pantai. Kondisi Wulan sudah tidak sadarkan diri. Dengan tanpa menghiraukan kondisi sekitar, aku langsung melakukan pernapasan buatan yang pernah aku pelajari di PMR dan UKS waktu SMA. Setelah beberapa menit melakukan napas buatan, Wulan pun sadar dan begitu juga aku tersadar bahwa Wulan ternyata sangat cantik. Dengan wajah yang cantik, dengan tinggi 170 cm dan berat sekitar 65 kg membuat Wulan tampak begitu proporsional, ditunjang dengan dada yang besar (Sekitar 36B) dan pantatnya yang membulat indah. Hal ini dapat terlihat jelas karena bajunya basah terkena air laut, sehingga lekuk-lekuk tubuhnya dapat tercetak dengan jelas. Sesaat kemudian sebuah tamparan mendarat di pipi kananku, Plaakk….. “Dasar kurang ajar mau ambil kesempatan dalam kesempitan ya” Hardik Wulan.
Aku berusaha menjelaskan kepada Wulan tetapi dia tidak mau mendengarkan, malah semakin banyak pukulan dan tamparan bersarang ke tubuhku. “Nih anak nggak tau terima kasih, udah ditolongin kok aku malah ditampar” kataku dalam hati.
Aku yang sudah nggak tahan dengan tingkah lakunya langsung meninggalkan dia untuk pergi ke kamar mandi untuk membasuh badanku yang terkena pasir pantai. “Benar-benar sial aku hari ini. Udah nggak tidur di hotel, pagi-pagi udah sarapan tamparan cewek”Gumamku dalam hati.

Pukul 09.00 Kami mulai berangkat ke tempat tujuan pertama, yaitu musium Subak. Sebuah musium yang memperlihatkan alat dan system irigasi di Bali. Selama perjalanan mataku tidak pernah bisa lepas dari Wulan. Entah mengapa aku merasa tertarik dengan Wulan.
“Kamu naksir ya Mich, sama Wulan ?” Tanya Fery Teman sebangku-ku
“Enggak kok. Cuma penasaran aja. Apa dia emang sekasar itu sama cowok ?”
“Ah… Enggak juga kok. Biasanya dia itu kalem banget. Mungkin dia lagi ada masalah kali. Jadinya bawaannya be-te melulu. Asal kamu tau aja Mich dia udah punya cowok lho. Cowoknya itu Ketua Senat kita. Jadi jangan macam-macam sama dia.”
Sedang asyik-asyiknya aku dan Ferry ngobrol, kami dikejutkan dengan suara bentakan,”Hei!!!! Lagi ngomongin aku ya. Dasar cowok-cowok kurang kerjaan. Aku pikir Cuma cewek aja yang suka ngegosip ternyata cowok seperti kalian juga suka ngegosip” Bentak Wulan galak.
Aku yang sudah nggak tahan dengan kelakuannya langsung kembali membentak, “Emangnya kenapa kalau ngegosip. Emang ada peraturannya nggak boleh ngegosip. Kamu itu jadi cewek kok jahat banget sih.” Balasku nggak kalah nyaringnya.
“Udah-udah. Jangan seperti anak kecil dong kalian” kata Agung Ketua SE mencoba melerai kami
“Siapa yang seperti anak kecil? Wulan tuh yang seperti anak kecil”
Akhirnya kami pun kembali ketempat duduk masing-masing.
“Udah Mich biarain aja. Nanti kamu malah jatuh cinta lho sama Wulan. Kata orang cewek dan cowok yang awalnya bertengkar akhirnya salin jatuh cinta, trus nikah, trus punya anak, terus…..” kata Ferry berusaha menenangkanku
“Nggak bakalan deh aku jatuh cinta sama dia” potongku

************************************************** ***********************************
Setelah dari Musium kami menuju ke tempat kunjungan ke dua, yaitu Tanah Lot. Disana kami bukannya ingin melihat pemandangan keindahan karang Tanah Lot, tetapi kami ingin melihat konstrusi Break water (Pemecah Gelombang). Setibanya kami disana kami digelandang (Emangnya para banci digelandang) oleh Pemerintah setempat untuk melihat konstruksi pemecah gelombang tersebut.
Sesampainya disana kami sempat kecewa karena kami tidak dapat melihat konstruksi tersebut dikarenakan konstruksi tersebut terdapat di dalam laut. Aku yang paling merasa kecewa, langsung pergi ketempat yang banyak wisatawannya. Siapa tau bisa dapat bule sexy, hehehe……
Sesampainya di depan sebuah gua yang kosong aku merasa seperti ada suara yang memanggilku. Aku dengan perasaan sedikit takut masuk kedalam gua tersebut di dalam gua tersebut aku merasakan hembusan angin dengan beberapa buah suara yang aneh. Semakin aku mendekat semakin jelas itu memanggil namaku. Dan aku bisa pastikan Suara itu adalah suara seorang wanita.
Dari sebuah cahaya yang masuk melalui dinding-dinding goa aku melihat dua orang manusia (pria & wanita) sedang asyik bercumbu ria. Si cewek tampaknya adalah seorang tour guide sedangkan si cowok adalah seorang turis bule. Untuk sekedar gambaran, sang tour guide adalah waita berumur sekitar 30 tahun dengan payudara yang lumayan besar dangan bentuk tubuh seperti gitar spanyol. Sedangkan si turis bule memiliki wajah yang ganteng (Mirip Tom Crus), tubuh kekar serta penis yang besar atau standar bule. Kalau dibandingkan denganku sih masih jauh (maksudnya aku yang kalah jauh. Hehehehe…..).
Si tour guide sudah dalam keadaan bugil bagian atas sementara si bule masih berpkaian lengkap (pakai T-shirt and celaa kolor).Tampak si cowok bule tersebut sedang menikmati payudara sang tour guide.
Di kecupnya puting payudara sang tour guide dengan sesekali dijilat oleh si bule.
“Ooooohhhh….. Yess….. Honey…..I really want your dick so bad. Aaahhh….. give me you dick please…. Uuuhhhh……” Jerit si toure guide

Tampak si bule sudah terangsang langsung melepas semua pakaiannya. Dengan segera mencuatlah penis si bule yang besar. Sang tour guide pun langsung berlutut di depan si bule hingga wajahnya berada di hadapan penis si bule.
Tanpa menunggu lama lagi si toure guide langsung menji;lati penis si bule dengan rakus. Setelah puas menjilat, tampak sang tour guide langsung melahap penuh penis si bule.
“Aaaaahhh…… Yeeesss…. Right ther honey….. Suck my dick hard. Oooohhh….You are really great” teriak si bule keenakan.
Kurang lebih 10 menit aku merasakan ada tangan yang menyentuh pundakku. Secara reflek aku menoleh kebelakang. Dan terkejutnya kau ketika mengetahui bahwa yang meyentuh punggungku adalah Ika.
“Hai lagi ngapain hayo””
“Mati aku. Bisa-bisa dia lapor sama teman-teman nih” batinku dalam hati.
Dan sepertinya dia tau apa yang ada dalam pikiranku. “Kamu nggak usah takut. Aku nggak akan bilang teman-teman kok” kata Ika menenangkanku.
Akhirnya kami malah nonton Live concer art of sex bersama.
“Ahhhhh……Honey I will come…. Ooooohhhh….. I come…… Aaaaahhhhh…….” Crooott…..Croot…. Croottt…. Tampak penis si bule telah mengeluarkan spermanya e dalam mulut si tour guide yang langsung diterima dan di telan oleh sang tour guide.
“Aaaahhh….. Honey you are so great. Now is my turn to make you come”
Dituntunnya san toure guide berdiri dan dibawanya ke sebuah batu. Di batu tersebt sang tour guide duduk dan mulai membuka pahanya. Si bule tnpa membuang waktu langsung berlutut sambil membuka pakaian bawah sang tour guide. Setelah sang tour guide suah bugil total, si bule mulai mencium bibir sang toure guide kemudian mulai ber pindah ke pipi, telinga dan leher jenjang sang tour guide. “Aaaahhh…..” Desah sang toure guide membahana di dalam goa. Ciuman sang bule muli turun ke bawah menuju dua buah payudara sang toure guide. Payudara yang aku perkirakan 36 C (Soalnya keliatan lebih besar dari punya Wulan) itu kembali mejadi bulan-bulanan mulut si bule. Putingnya pun tidak jauh beda di kecup, di jilat, di kulum bahkan digigit oleh si bule. “Aaaahhhh….. Yeah….. bite my nipples honey. Ooooohhhh….. It’s…. so….. good.Uuuuhhhhhh…….”
Setelah puas nyusu sang toure guide, permainan lidah si bule mulai turun keperut dan menuju ke vagina sang toure guide. Di sana di langsung melahap klit sang toure guide yang kelihatan menggelembung indah di vaginanya. Di kulum dan dijilatinya vagina sang tour guide sampai vagina sang toure guide terlihat sangat basah. “Ooooohhhhh…… Yeeaaaah….. Honey you are so great…. Oooohhhh…..” teriak sang tour guide ke-enakan.
Kurang puas hanya menjilat sang bule mulai memasukan jari tengahnya kedalam vagina sang tour guide dan langsung mengocok vagian sang tour guide.
Aku yang memanang hal ini benar-benar nggak menduga kalau kau bias lihat live show yang bviasanya aku lihat melalui film atau mjalah.
Sejenak aku menoleh kearah Wulan. Trlihat nafas Wulan sudah tidak teratur dan wajahnya bersemu merah. Mungkin sedang nahan nafsu.
“Aaaaahhhh…… Honey I come….. Oooohhhh….. I…..Come……. Aaaaahhhhh……” jerit sang tour guide merasakan orgasmenya.
Sang bule langsung mencium bibir sang tour guide sambil meremas payudara sang tour guide “Mmmhhh….. Aaahhh…… Yeeeaaaahhh….. Oooohhh It’s….. so… good….” Desah sang tour guide.
Tangan si bule mulai mengarah ke vagiana sang tour guide serta mulai mengocoknya dengan cepat untuk menaikan kembali rangsangan terhadap sang tour guide. Dan sepertinya hal itu berhasil karena tampak bahwa sang tour guide mulai meliuk-liukan badannya.
“Aaaahhhh…… Michael come on fuck me now. I can’t take it anymore. Pelase….. Fuck me now…..” jerit si tour guide kepada turis yang mungkin namanya juga Michael. Aku sempat ke ge-eran ketika aku piker nama-ku yang disebut-sebut tadi.
Turis bule yang namanya Michael berhenti menjilati vagina sang tour guide dan mengarahkan penisnya yang besar kedalam vagina sang tour guide. Dengan penuh semangat si bule itu memaju-mundurkan pantatnya terus menyetubuhi si tour guide.
“Ya ampun mereka ML di sini…” kata Wulan takjub tetapi dengan suara yang lirih takut ketahuan yang lagi perform.
“Oooohhhhh…… Yeeeeeaaahhh……. Michael…… I….. Like your Big dick…. AAauuuhhhh….. Harder….. more…… harder…..Aaaahhhhh…..” Jerit si tour guide merasakan kenikmatan dunia. Setelah kurang lebih 10 menit si bule mengganti posisi menjadi doggy style. “Oooouuuuhhhh……. Michael…… Deeper…. Uuuuuhhhh…… Fuck me harder and deeper……. Ooooohhhhhh…… I want your dick everyday…. Aaahhhhh……” jerit si tour guide makin kencang. Kira-kira 10 menit kemudian tampak si bule dan si tour guide mulai menuju puncak kenikmatan. Dan sebelum si bule mencapai puncaknya, dilepasnya penis dari dalam vagina si tour guide. Sambil mengocok dengan tanganya si bule terus mengerang kenikmatan menyambut puncak orgasmenya.
“Aaaaahhhhh….. Aaahhhh……Oooouuhhhh……” Croooooottt……Croootttt….. Crooottt. Tampak sperma si bule keluar banyak banget membasahi wajah dan sebagian dada si tour guide.
“Aaaaaaaaaahhh….” Jerit Wulan mendadak membahana di dalam goa.
Aku pun terkejut dan kutanya ada apa.
“Aku tadi lihat tikus gedeeee… banget” Kata Wulan
“Ngaco kamu. Mana ada tikus disini”
“Hey!!! Who’s there !!!!” jerit si bule
Gawat! tuh bule mengetahui kalau lagi dintip. Aku langsung mengajak Wulan lari keluar goa sebelum si bule mempergoki kami disana. Setelah keluar dari goa kami langsung menuju ke suatu pura di dekat goa tersebut. Kami saling pandang sambil mengatur nafas kami yang terputus-putus akibat lari mnghindar dari si bule. Setelah beberapa lama dan kami dapat mengatur nafas kami, kami tertawa bersama-sama. “Gila! Untung aja kita bisa lebih cepat”
“Iya. Kalau nggak ntar malah aku yang di setubuhi ama tuh bule” sahut Wulan.
“Emang kamu nggak mau di setubuhi ama tuh bule. Biasanya cewek kan suka ama punya bule yang gede itu”
“Yee…. Emang aku cewek apaan. Lagian Gede nggak jaminan Puas, kali”
“Wah…. Kalau begitu udah pengalaman dong”
“Iiihhh…. Apaan sih. Godain aku aja deh”
Kami kembali tertawa bersama-sama. Aura permusuhan diantara kami tidak kami rasakan lagi. Yang ada adalah keakraban diantara kami
“Lan balik yuk, kayaknya teman-teman udah pada balik semua tuh”
“Yuk”
Akhirnya kami memutuskan kembali ketempat parkir bus kami. Tetapi ditengah jalan Wulan berteriak ”Aduh..”
“Kenapa Lan”
“Kaki ku keseleo nih. Mungkin gara-gara lari tadi”
Aku dengan sikap gentel menghampirinya dan menawarkan dia untuk aku gendong.
“Kamu mau memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan ya”
“Wulan, aku tuh serius mau nolong kamu. Aku nggak ada pikiran untuk memnfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Begitu juga dengan kejadian di pantai tadi pagi. Aku nggak ada maksud buat kurang ajar sama kamu” jelasku.
“Benar nih, kamu ikhlas bantu aku”
“Iya, percaya deh sama aku”
Setelah beberapa kali aku bujuk akhirnya Ika mau aku gendong di punggungku. Aku gendong dia menuju ke tempat parkir bus dengan sesekali kami bercanda. Bahkan kami tertawa ketika kami melihat pasangan hot hari ini yaitu si tour guide dan si turis bule berjalan disebelah kami. Dan sepertinya mereka tidak mengetaui bahwa kami yang tadi mengtintip mereka sedang ML.

************************************************** ***********************************
Teman-temanku tampak terbengong – bengong ketika melihat aku yang sedang menggenong Wulan di pundakku ketika menuju kea rah bus.
“Duuhh….. ada setan apa nih. Kok tadi berantem melulu tapi sekarang udah gendong – gendongan begitu”
“Hey jangan pada punya pikiran yang tidak-tidak. Wulan kakinya sakit. Terkilir katanya” belaku.
Sesaat kemudiaan Wulan aku bopong ke dalam bus untuk mendapatkan perawatan.
“Thanks ya Mich. Aku telah salah menjudge-mu sebagai laki-laki yang kurang ajar”
“It’s Oke” jawabku dan langsung menuju ke kursiku.

Dalam perjalanan menuju tempat tujuan berikutnya sekaligus tujuan Study Wisata yang terakhir, mataku tak bisa lepas dari tubuh Wulan. Walau aku hanya dapat melihat bagian belakang tubuhnya, tetapi itu sudah cukup buatku untuk mengagumi ciptaan Tuhan yang satu ini dan menumbuh rasa sayangku terhadap Ika.

1 thought on “Pengalaman SE-1”

Comments are closed.